Anak pun Perlu Santai Part 3
Kursus, perlukah ?
Selain aktivitas santai, hal-hal seperti rebahan di atas rumput memandangi langit, yang menurut pandangan orangtua tidak ada artinya, menurut para ahli neurobiologi mempunyai arti sangat penting. Otak kita dapat mengolah informasi dan menyimpannya secara optimal justru pada saat kita sedang relaksasi.
Melalui pengukuran aliran listrik pada otak, para ilmuwan berkesimpulan bahwa setelah belajar, seseorang bisa langsung pergi tidur dan apa yang telah dipelajarinya justru menempel, bahkan semakin tertanam dan tidak terkomantinasi oleh hal-hal lainnya. Demikian dijelaskan oleh Georg Gron vom Ulmer dari Pusat Transfer Ilmu Syaraf.
Aktivitas santai lainnya seperti jalan kaki, mengamati alam semesta, tenggelam dalam permainan juga bermanfaat. Semuanya dapat mendukung proses konsolidasi hal-hal yang telah dipelajari. Kebalikannya adalah musik keras dan agresif, computer games, dan televisi.
Sebagai orangtua kiat seyogianya berusaha menanamkan kebiasaan untuk memiliki jadwal keseharian yang mencakup waktu belajar, istirahat, dan bermain kepada anak sedini mungkin. Struktur ini tentu saja berkembang dan bervariasi sesuai umur dan individu masing-masing. Yang perlu diperhatikan juga adalah pembatasan konsumsi televisi dan media elektronik lainnya.
Anak-anak dan remaja sebaiknya memiliki waktu santai yang cukup. Selain itu orangtua juga perlu memperhatikan waktu berkomunikasi dengan anak-anak dan membuat jadwal bersama mereka misalnya saat makan bersama. Pertimbangkan kembali perlukah kursus-kursus tambahan yang diikuti anak-anak. Selain menerapkan disiplin yang baik, orangtua juga harus memiliki pandangan bahwa waktu luang tanpa melakukan apa-apa adalah bagian penting dari kehidupan
Source : ˙071-991 : uɐɯɐןɐɥ ˙6002 ıɹɐnuɐظ ıɹɐsıʇuı


0 comments